Disayangkan, Bapelkes Sulut Punya 2 Sumber Pendapatan Retribusi Penambahan PAD 2026 Tapi Tak Didukung Infrastruktur Yang Memadai

oleh -282 Dilihat
banner 468x60

MANADO.Wartamanado.com – Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Sulawesi Utara (Sulut) untuk tahun 2026 memiliki dua terobasan yang bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi.

Adapun kedua penambahan tersebut dari videotron dan pelatihan kesehatan.

banner 336x280

Ini disampaikan Kepala Bapelkes Sulut, dr.Samuel Tanos saat rapat panitia khusus (pansus) DPRD Sulut dengan SKPD terkait tentang revisi perda Pajak dan Retribusi,Senin (8/12/2025) di ruang rapat Serba Guna DPRD Sulut.

“Kedua tarif retribusi yang baru ini diharapkan nantinya PAD akan bertambah cukup signifikan bagi balai pelatihan kesehatan,” ujar dr.Samuel di pansus.

Penyampaian kadis langsung ditanggapi  Wakil Ketua Pansus Pajak dan Retribusi, Louis Schramm.

Menurutnya, program meningkatkan PAD di Bapelkes Sulut harus diimbangi dengan infrastruktur bangunan.

“Kemarin saya reses di Bapelkes, saya titip uang waktu itu ke pak kadis untuk beli bibit ikan mas, pelihara disitu, di dalam kamar. Itu air hujan dalam kamar yang ada tempat tidurnya, ada tiga atau empat kamar, lemari hancur,” seru Louis.
<span;>Pun bukan hanya kondisi kamar yang jadi sorotan Louis, toilet juga disorot keras Ketua Fraksi Gerindra ini. (Adoh kasiang. Makanya pak gubernur bilang harus diperbaiki toilet-toilet itu,” ujar Louis.

Ketua Pansus, Vonny Paat juga ikut angkat bicara soal kondisi infrastruktur di Bapelkes Sulut.

<span;>Dikatakannya, Bapelkes sudah berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah lewat retribusi di tahun 2026 nanti, tapi bila tidak ditunjang dengan infrastruktur yang memadai.

“Bagaimana mau dilaksanakan pelatihan disitu pak? Mubasirlah apa yang sudah diupayakan UPTD Bapelkes,” ujar Vonny.

Dia pun minta kepastian dari Bapelkes dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulut terkait infrastruktur asrama dan toilet. “Apakah kondisi asrama dalam hal ini kamar dan toilet bisa diperbaiki tahun depan atau bagaimana? Kalau tidak ada jaminan jangan bapaksa,” tanya Vonny.

Menanggapi itu Kadis Bapelkes mengungkapkan bila saat ini hanya bisa melaksanakan pelatihan secara terbatas.

“Maksimal dua pelatihan yang berjalan secara bersama-sama. Kalau lebih dari dua sudah tidak bisa. Untuk satu kali pelatihan bisa menampung 20 hingga 30 orang. Bila memenuhi syarat bisa sampai 50 orang. Kondisi di lantai satu itu rusak parah, jadi yang digunakan lantai dua,” jelas Kadis.

Saat ini lanjut dr.Samuel dilakukan juga pelatihan lewat webinar. Ada biaya kerjasama disitu, selain memang harus dilaksanakan secara klasikal.

Sedangkan Plt.Dinaks Kesehatan Sulut, dr.Rima F Lolong, M.Kes mengatakan bahwa untuk anggaran rehabilitas asrama di Bapelkes telah dianggarkan di APBD 2026.

“APBD Perubahan dialokasikan anggaran untuk rehap, papi memang terbatas. Tahun depan juga dianggarkan tapi untuk bangunan yang disewakan, kamar dan toilet, belum bisa memenuhi semua kekurangan dan kerusakan. Tapi kami juga mengusulkan proposal ke pusat,” tandas Lolong.

 

(JST)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.