<span;>MANADO,Wartamanado.com – Lonjakan bahan pokok dan rempah yang merupakan aksi warisan setiap tahun jelang Hari Raya Besar termasuk Natal dan Tahun Baru jadi tantangan pemerintah.
Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus,SE, pun tak tinggal diam.
Secara langsung, Gubernur turun ke lapangan untuk tinjau harga bahan pokok dan rempah-rempah.
Seperti hari ini, Jumat (12/12/2025) Gubernur dan jajaran pemprov Sulut juga instansi terkait melakukan <span;>inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Bersehati Kota Manado.
“Saya ingin memastikan sendiri bahwa stok aman dan harga tidak melambung tak terkendali. Masyarakat Sulut harus bisa merayakan Natal dengan tenang, tanpa khawatir dompet jebol,” ujar Gubernur Yulius di sidak.
Di sidak itu, Gubernur juga melakukan resmikan Kios tim pengendali inflasi daerah (TPID) yang khusus disediakan bagi warga dengan penghasilan rendah.
Langkah ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga daya beli warga di tengah tekanan ekonomi global.
Kios TPID ini bukan sekadar toko biasa tapi dirancang sebagai instrumen pengendali inflasi yang langsung menyentuh akar masalah.
Melalui kerjasama dengan Bulog dan distributor utama, kios ini menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga di bawah rata-rata pasar, seringkali hingga 20-30 persen lebih murah untuk menstabilkan pasokan dan mencegah spekulan memanfaatkan momen libur.
Fokus utama seperti beras, minyak goreng, telur ayam, daging sapi dan ayam, serta bumbu dapur khas Sulawesi seperti cabai rawit (rica) dan bawang merah.
“Ini adalah langkah intervensi nyata dari pemerintah provinsi. Jika harga di luar kios mulai naik, masyarakat punya alternatif aman di sini. Kios TPID Maju akan menjadi penyeimbang pasar, memastikan inflasi tetap terkendali,” ujar Gubernur Yulius.
TPID Sulut, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015, telah memperkuat peranannya dengan pemantauan harian stok dan harga melalui aplikasi digital terintegrasi.
Dengan peluncuran ini, Pemerintah Provinsi Sulut tidak hanya menunjukkan responsivitas terhadap isu ekonomi lokal, tapi juga model inovasi yang bisa ditiru daerah lain di Indonesia.
Adapun langkah Gubernur Yulius ini diharapkan mampu menekan inflasi regional di bawah target nasional 3-5 persen, memastikan perayaan akhir tahun berjalan meriah tanpa beban finansial berlebih bagi masyarakat.
(*/JST)












